addie_treez@yahoo.com
tqladitiya
Nasio Town "Like a Ghost Town"
Block C4/8 Pondok Gede
Arista Yamaha
Puji syukur kuucapkan kehadirat Allah SWT, atas berkah dan rahmat-Nya aku masih diberikan nikmat yang tak terhitung jumlahnya. Tidak lupa shalawat serta salam selalu ku ucapkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang menjadi sumber teladan bagiku.
Ketika ku terbangun di pagi hari, selalu ada sebuah kalimat yang teringat dalam pikiranku. "Alhamdulillah, aku masih bisa melihat matahari pagi ini... " . Dengan rutinitas seperti hari - hari biasanya. Sebelum mandi pagi, langsung ku hidupkan PC (walau terkadang sudah hidup dari semalam karena lupa di shutdown). Alunan musik dengan ketukan lambat namun bukan berarti malas terdengar merdu memecah heningnya di pagi hari. Dengan vokal yang khas dipadu dengan suara Rythm Gitar, lembutnya petikan Bass, ketukan Drum yang teratur, enerjiknya suara jimbe juga kendang dari sang perkusi, ditambah suara keyboard yang menambah harmonisasi suara yang dihasilkan. Bertemakan cinta, politik, kehidupan kelas atas juga sampai kelapisan bawah, persahabatan, persamaan hak serta segala sesuatu yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari - hari. Ya...itulah Reggae, suara jeritan hati dari para musisi yang menginspirasikan melalui sebuah karya lagu. Tidak selalu berhubungan dengan Drugs, Marijuana dan lainnya. Semua itu tergantung dari masing - masing orang dalam menyikapi musik Reggae yang penuh dengan polemik.
Terima kasih kepada teman-teman yang selalu memberi support ketika aku dalam kesulitan (thanks man...u're the best...!). Tanpa bantuan itu mungkin aku masih belum mengerti apa-apa. (Aditya)
Terima Kasih Tuhan, aku masih diberi kesempatan...
Selasa yang cerah kala itu, tepat pukul 13.30 sudah bersiap untuk menghadapi detik-detik terakhir perjuanganku selama menjadi 'warga' Stimik Perbanas.
Dengan langkah yang pasti namun sebenarnya ada yang tertahan, aku siap merayakan menuju 'kemenangan' yang ada di depan mata.
Ketika perjuangan belum dimulai, ternyata perangkat tempur yang aku gunakan tidak berfungsi. Sangat disayangkan belum maju ke medan pertempuran, aku sudah mengibarkan bendera putih yang menandakan aku mundur dari medan pertempuran. Padahal lawanku sudah siap dengan strategi yang telah disusun dengan rapi untuk menggempur pertahananku.
Apa mau dikata, ternyata aku belum siap maju ke medan perang. Pertempuran harus ditunda menjadi hari Jum'at, 30 November 2007 pukul 09.00. Kali ini tidak ada lagi halangan yang melintang, aku sudah menyiapkan peralatan tempur dengan teknologi yang memadai dan strategi yang cukup handal untuk memukul balik serangan dari lawanku. Kurang lebih 1jam 30menit pertempuran usai. Kemenangan sudah ku raih, namun akibat dari pertempuran sengit yang terjadi. Aku masih harus memperbaiki 'kerusakannya'. Terima Kasih Tuhan, aku masih diberi kesempatan...Merdeka!!!

